
Pertemuan kita yang pertama dapat dikatakan karena takdir. Tepatnya pada 10 februari 2019, aku bertemu denganya.
Tanpa mengurangi rasa hormat, perkenankan kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/I untuk menghadiri acara pernikahan kami:
Dengan mengharap ridlo Allah kami ingin menyatukan dua hati, dua jiwa, dalam ikatan pernikahan.
Telah dilaksanakan pada:

Pertemuan kita yang pertama dapat dikatakan karena takdir. Tepatnya pada 10 februari 2019, aku bertemu denganya.

Tepat pada tanggal 6 April 2019 setelah 2 bulan kami memutuskan untuk melanjutkan komitmen hubungan dengan berpacaran.

Tepat pada tanggal 28 Mei 2023 acara lamaran kami di adakan dengan hanya dihadiri oleh beberapa keluarga dan kerabat dekat kami. Perasaan yang sangat membahagian untuk kami bisa sampai di titik ini setelah semua yang kami lalui.

Setelah semua rangkaian acara menuju halal telah kami lalui sesuai adat dan norma yang berlaku di keluarga kami. Tepat pada 4 Juli 2023 kami melangsungkan prosesi akad nikah. Rasa yang begitu berkecambuk bahagia setelah sama-sama penantian panjang dan melewati berbagai macam ujian, ahirnya kami dapat dipersatukan dengan sangat istimewa di suatu ikatan pernikahan.
Doa Restu Bapak/Ibu/Saudara/i merupakan karunia yang sangat berarti bagi kami. Dan jika memberi adalah ungkapan tanda kasih, Bapak/Ibu/Saudara/i dapat memberi kado secara cashless.

Atas do’a dan restu dari Bapak/Ibu/Saudara/I,
kami ucapkan banyak terima kasih